Keranjang Anda kosong!

PLN Dorong Sinergi BESS & Hidrogen Demi Wujudkan Net Zero 2060
Jakarta— Pada IEE Series 2025 Week 2 yang hadir di Electric & Power Indonesia Stage pada tanggal 18 September 2025 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, sesi Energy Forum & Talks menghadirkan Ricky Cahya Adrian, Vice President Decarbonization PT PLN (Persero), yang membawakan tema “Synergizing Battery Storage and Hydrogen: Powering Indonesia’s Clean Energy Future”.
Dalam paparannya, Ricky menekankan bahwa transisi energi di Indonesia bergerak semakin cepat, terutama melalui penerapan battery energy storage system (BESS) yang dipadukan dengan teknologi hidrogen. Upaya ini menjadi langkah penting untuk mewujudkan target Net Zero Emission (NZE) 2060.
Dengan rasio elektrifikasi nasional yang telah mencapai 99,83%, kebutuhan listrik bersih semakin meningkat pesat. Hal ini sejalan dengan rencana pembangunan dalam RUPTL 2025–2034, di mana diproyeksikan akan hadir tambahan kapasitas 75 GW energi terbarukan hingga tahun 2040, lengkap dengan dukungan lebih dari 30 GWh BESS.
Proyek percontohan pun mulai terlihat di berbagai daerah, seperti sistem solar-plus-BESS di Bali, Sulutgo, Gili Ketapang, Cirata, hingga Ibu Kota Nusantara. Ada juga pembangkit hibrida yang menggabungkan BESS dengan fuel cell dan produksi hidrogen, yang berfungsi untuk mengurangi ketergantungan pada genset diesel, menurunkan emisi, serta meningkatkan porsi energi terbarukan pada jaringan listrik di wilayah terpencil.
Ricky menegaskan, “Indonesia is driving its clean energy transition by combining battery storage and hydrogen, using BESS to boost renewable integration and grid reliability while leveraging the country’s vast solar and other resources to develop green hydrogen for industry, transport, power generation, and future export, all supporting its Net Zero 2060 target.”
Selain BESS, hidrogen juga dipandang sebagai kunci dekarbonisasi mendalam. Potensi energi terbarukan Indonesia—terutama tenaga surya yang mencapai lebih dari 3.000 GW—menjadikan Indonesia kandidat utama produsen green hydrogen di masa depan. Hidrogen ini diperkirakan akan berperan penting dalam dekarbonisasi sektor industri berat, transportasi, hingga perkapalan, sekaligus membuka peluang ekspor.
Langkah awal sudah terlihat melalui inisiatif hidrogen untuk EV charger, bus, dan truk berbahan bakar hidrogen, yang menunjukkan arah baru mobilitas berkelanjutan di Indonesia.
Dengan menggabungkan BESS dan hidrogen, Indonesia tidak hanya membangun ekosistem energi rendah karbon yang tangguh dan fleksibel, tetapi juga memperkuat posisinya dalam peta transisi energi bersih global.
Search
About
We are Indonesia Smart Grid Initiative, dedicated to advancing Indonesia’s electricity sector by focusing on the development and implementation of smart grid technologies, renewable energy solutions, and innovative energy systems.
Our tagline is to be a trustworthy model in the effort of collaborating enhanced technology in the field of energy and IT towards Smart Indonesia.
Categories
Recent Posts
- Indonesian Delegation Presents ArGi at ISUW 2026: Energy System Solutions for Archipelagic Nations
- PJCI, MASTEL, and MKI Attend ISUW 2026 in India: Expanding Global Collaboration for Digital Energy Transformation
- Closing Remarks: Building the Future of Villages Through Collaboration.
- Friendcom Tech Indonesia Promotes Village Connectivity through Digital Communication Solutions
- Pamerindo Indonesia Strengthens the Village Innovation Ecosystem through Technology Exhibition Collaboration
Tags
Gallery









