Hidrogen dan Energi Storage: Pilar Baru Transisi Energi Indonesia
Bayangkan sebuah masa depan di mana kapal besar di lautan, truk jarak jauh di jalan raya, hingga pabrik baja raksasa beroperasi dengan energi bersih tanpa emisi. Masa depan ini bukan lagi sekadar wacana, melainkan sedang dipersiapkan Indonesia melalui strategi besar dalam pemanfaatan hidrogen dan penyimpanan energi.
IEE Series 2025 Week 2 hadir dengan agenda di Electric & Power Indonesia Stage pada 18 September 2025 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Pada sesi Energy Forum & Talks, salah satu keynote penting dibawakan oleh Urip Priyono, S.T., M.Si., Policy Analyst to the MEMR for the Development of Nuclear Energy Utilization Potential, dengan tema โIndonesiaโs Hydrogen and Energy Storage Strategy for a Sustainable Future.โ
Dalam paparannya, Urip menegaskan bahwa hidrogen dan energi penyimpanan ditempatkan sebagai pilar utama transisi energi Indonesia untuk mencapai target Net Zero Emissions (NZE) 2060. Pemerintah menargetkan penurunan emisi gas rumah kaca hingga 43,2% pada tahun 2030 dengan dukungan internasional, sekaligus mengurangi ketergantungan pada energi fosil melalui pengembangan energi terbarukan, elektrifikasi, program efisiensi, dan sumber energi baru.
Menurutnya, โIndonesia mendorong hidrogen dan penyimpanan energi sebagai strategi inti menuju Net Zero 2060, dengan memperkuat peran energi terbarukan, pemanfaatan di industri, transportasi, hingga membuka peluang ekspor lewat tahapan pembangunan dan kemitraan global.โ
Hidrogen dan amonia rendah karbon diproyeksikan memiliki empat peran besar:
- Industri: mengurangi emisi pada proses bersuhu tinggi seperti semen dan baja.
- Pembangkit listrik: co-firing hidrogen dan amonia sebagai opsi transisi pada 2030โ2050.
- Transportasi: khusus untuk kendaraan berat, truk jarak jauh, dan pelayaran.
- Komoditas ekspor: memanfaatkan posisi maritim Indonesia untuk memasok hidrogen dan amonia ke pasar global.
Strategi nasional ini dibagi dalam tiga tahap:
- Initiation stage (2025โ2034) โ fokus pada studi kelayakan, proyek percontohan, dan regulasi.
- Integration stage (2035โ2044) โ pembangunan infrastruktur, komersialisasi, dan jaringan pengisian hidrogen.
- Acceleration stage (2045โ2060) โ menjadikan Indonesia hub hidrogen dan amonia rendah karbon di ASEAN serta meningkatkan daya saing global.
Untuk memperkuat fondasi, pemerintah sudah menyiapkan Standar Nasional Indonesia (SNI), roadmap hidrogen dan amonia (RHAN), serta menjalin kerja sama studi kelayakan dengan mitra internasional. Semua ekosistem mulai dari produksi, distribusi, pemanfaatan, hingga regulasi disiapkan agar inovasi berjalan sejalan dengan keberlanjutan lingkungan.
Melalui strategi ini, Indonesia tidak hanya mengejar kedaulatan energi, tapi juga membuka peluang besar dalam investasi asing, penciptaan lapangan kerja hijau, serta posisi yang lebih kuat dalam rantai pasok energi bersih global.










