Keranjang Anda kosong!

Roadmap Pengembangan SPKLU 2024–2030: Akselerasi Mobilitas Listrik di Indonesia
Jakarta – Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya dalam mempercepat transisi menuju transportasi berkelanjutan melalui Roadmap Pengembangan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) 2024–2030. Hal ini disampaikan oleh Ir. Ferry Triansyah, Koordinator Pelayanan Usaha Ketenagalistrikan, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan – Kementerian ESDM, dalam pemaparan materinya.
Menurut Ferry, roadmap ini dirancang untuk memberikan arah strategis dalam aspek regulasi, bisnis, hingga infrastruktur demi mendorong percepatan mobilitas listrik di Indonesia. Dukungan kebijakan dari Kementerian ESDM mencakup berbagai insentif bagi pelaku usaha, mulai dari pengurangan biaya penyambungan, pembebasan biaya beban minimum selama dua tahun, hingga tarif khusus untuk fast charging dan ultra-fast charging.
“The Government is accelerating the development EV charging stations (SPKLU) through reduced connection fees, a two-year waiver of minimum electricity charges, and special tariffs for fast ultrafast charging to make investments more attractive,” jelas Ferry.
Teknologi dan Skema Perizinan SPKLU
SPKLU dibagi menjadi beberapa kategori, yaitu slow, medium, fast, dan ultra-fast charging, dengan waktu pengisian mulai dari 8 jam hingga hanya 15 menit.
Dari sisi perizinan, terdapat perbedaan antara penyedia listrik terintegrasi dan retailer, sementara model bisnis bervariasi pada aspek kepemilikan, pengoperasian, hingga sistem sewa.
Target Ambisius 2030
Berdasarkan rencana pembangunan nasional, Indonesia menargetkan 62.918 unit SPKLU pada 2030, yang akan melayani hampir satu juta mobil listrik. Rasio yang ditetapkan adalah satu SPKLU untuk setiap 17 kendaraan listrik.
Pemerataan distribusi juga menjadi perhatian penting. Perusahaan diwajibkan membangun SPKLU tidak hanya di kota-kota besar, tetapi juga di wilayah dengan kepadatan rendah. Sementara itu, PLN diberi mandat untuk memperluas cakupan infrastruktur ke luar Jawa dan Bali.
Diproyeksikan pada 2030, dominasi akan dipegang oleh medium charger (55%), disusul oleh fast charger (28%) dan ultra-fast charger (17%).
Dampak Ekonomi dan Lingkungan
Ekspansi SPKLU diharapkan mendatangkan manfaat yang signifikan, antara lain:
- Investasi sebesar Rp 19,8 triliun
- Pengurangan emisi gas rumah kaca hingga 1 juta ton CO2 per tahun
- Penghematan 66.000 barel BBM per hari
- Peningkatan konsumsi listrik sebesar 2 TWh per tahun
Menuju Transportasi Berkelanjutan
Dengan roadmap ini, Indonesia menegaskan keseriusannya dalam mempercepat ekosistem kendaraan listrik. Strategi regulasi, dukungan bisnis, dan perluasan infrastruktur diharapkan mampu menciptakan lingkungan investasi yang menarik sekaligus mendukung transisi energi bersih.
Search
About
We are Indonesia Smart Grid Initiative, dedicated to advancing Indonesia’s electricity sector by focusing on the development and implementation of smart grid technologies, renewable energy solutions, and innovative energy systems.
Our tagline is to be a trustworthy model in the effort of collaborating enhanced technology in the field of energy and IT towards Smart Indonesia.
Categories
Recent Posts
- Indonesian Delegation Presents ArGi at ISUW 2026: Energy System Solutions for Archipelagic Nations
- PJCI, MASTEL, and MKI Attend ISUW 2026 in India: Expanding Global Collaboration for Digital Energy Transformation
- Closing Remarks: Building the Future of Villages Through Collaboration.
- Friendcom Tech Indonesia Promotes Village Connectivity through Digital Communication Solutions
- Pamerindo Indonesia Strengthens the Village Innovation Ecosystem through Technology Exhibition Collaboration
Tags
Gallery









