Infrastruktur EV Charging untuk Mendukung Smart Grid di Indonesia

Jakarta – Pertumbuhan pesat infrastruktur pengisian kendaraan listrik (EV charging) di Indonesia menjadi tanda nyata peluang sekaligus tantangan bagi sistem ketenagalistrikan nasional. Hal ini disampaikan oleh Ir. Riza, M.Eng, Koordinator Pelayanan Usaha Ketenagalistrikan, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan – Kementerian ESDM, dalam presentasinya bertajuk “EV Charging Infrastructure in Support of the Smart Grid”.

Pertumbuhan Signifikan Infrastruktur EV

Hingga awal 2025, Indonesia telah memiliki lebih dari 3.200 SPKLU (stasiun pengisian umum), 1.900 stasiun penukaran baterai, dan lebih dari 28.000 fasilitas home charging support. Angka ini menunjukkan peningkatan hampir 300% sejak 2023, sekaligus menandai akselerasi ekosistem kendaraan listrik di tanah air.

Peningkatan infrastruktur ini juga didukung oleh pengoperasian bus listrik di Jakarta, yang semakin mendorong kebutuhan listrik nasional. Namun, Riza mengingatkan bahwa tanpa pengaturan yang baik, lonjakan beban puncak (peak load surges) bisa menjadi risiko serius.

Smart Charging sebagai Solusi

Smart charging hadir sebagai solusi untuk menyeimbangkan beban listrik, mengintegrasikan energi terbarukan, serta mendukung layanan vehicle-to-grid (V2G). Teknologi ini tidak hanya meningkatkan stabilitas jaringan listrik, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi para pengguna kendaraan listrik.

“OCPP 1.6 masih banyak digunakan di Indonesia, namun OCPP 2.0 telah menjadi standar masa depan dengan fitur smart charging, keamanan yang lebih kuat, serta dukungan V2G. Sementara itu, OSCP memungkinkan komunikasi data antar sistem,” jelas Riza.

Pembelajaran dari Praktik Internasional

Sejumlah negara seperti Belanda dan Inggris tengah menuju penerapan regulasi wajib smart charging. Pengalaman internasional ini menjadi acuan bahwa transisi menuju infrastruktur EV cerdas adalah kebutuhan global, bukan sekadar tren.

Untuk mendukung langkah ini, diperlukan standar komunikasi yang aman dan interoperable. Saat ini Indonesia masih mengandalkan OCPP 1.6, namun adopsi protokol terbaru menjadi penting agar efisiensi, keamanan, dan kesiapan menuju adopsi massal EV dapat tercapai.

Menuju Ekosistem Smart Grid Nasional

Pengembangan infrastruktur EV charging di Indonesia bukan hanya tentang membangun lebih banyak stasiun, tetapi juga memastikan sistem yang terhubung dengan baik dalam ekosistem smart grid. Dengan kombinasi smart charging, standar komunikasi modern, dan integrasi energi terbarukan, Indonesia bisa memperkuat fondasi transisi energi yang berkelanjutan.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Search

About

We are Indonesia Smart Grid Initiative, dedicated to advancing Indonesia’s electricity sector by focusing on the development and implementation of smart grid technologies, renewable energy solutions, and innovative energy systems.

Our tagline is to be a trustworthy model in the effort of collaborating enhanced technology in the field of energy and IT towards Smart Indonesia.

Categories

Tags

Gallery