Keranjang Anda kosong!

Korea’s Smart Grid Progress and Cooperation Pathways with Indonesia for Sustainable Energy
IEE Series 2025 Week 2 hadir dengan agenda di Electric & Power Indonesia Stage pada 17 September 2025 yang berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Pada sesi Energy Forum & Talks, salah satu pembicara utama adalah Mr. Chang Jae Won, Vice President of Korean Smart Grid Association (KSGA) yang membawakan tema “Korea’s Smart Grid Progress and Pathways for Cooperation with Indonesia”.
Korea Selatan saat ini mempercepat pengembangan smart grid technologies sebagai bagian penting dari strategi carbon neutrality. Dengan meningkatnya penetrasi energi terbarukan, melonjaknya permintaan listrik akibat elektrifikasi, serta bertambahnya partisipasi konsumen dalam pasar energi, smart grid menjadi pilar utama dalam mendukung transisi energi negara tersebut.
Hingga 2030, Korea menargetkan 78 GW energi terbarukan (terutama tenaga surya dan angin), dan meningkat menjadi 121,9 GW pada 2038. Untuk menopang target ini, Korea mengintegrasikan energy storage systems (ESS) berskala besar guna mendukung stabilisasi grid, pengaturan frekuensi, dan manajemen beban puncak. Meski sempat memegang sepertiga kapasitas ESS global, pertumbuhan melambat akibat isu keamanan. Pemerintah pun memperkuat regulasi, meningkatkan standar keselamatan, serta mereformasi pasar listrik agar tetap menarik bagi investor.
Korea juga menjadi pelopor Demand Response (DR) dengan meluncurkan pasar DR pertama di Asia pada 2014. Program ini terus berkembang, mencakup skema nasional, partisipasi warga, pengurangan beban berbasis kualitas udara, hingga inovasi Plus DR yang memanfaatkan charging EV untuk menyerap kelebihan pasokan energi terbarukan.
Ekosistem kendaraan listrik (EV) juga berkembang pesat melalui standarisasi charging, pembangunan infrastruktur skala besar, serta regulasi yang mewajibkan instalasi charger di kompleks hunian. Korea kini menguji coba Vehicle-to-Grid (V2G), di mana baterai EV berfungsi sebagai penyimpanan energi mobile untuk meningkatkan fleksibilitas jaringan.
Dari sisi digitalisasi, infrastruktur kelistrikan ditingkatkan lewat digital substations, Advanced Distribution Monitoring Systems (ADMS), phasor measurement units (PMUs), hingga wide-area monitoring systems. Teknologi ini menjamin stabilitas real-time sekaligus memfasilitasi integrasi sumber daya terdistribusi.
Bagi Indonesia, pengalaman Korea membuka peluang kerja sama strategis, mulai dari deployment ESS, solusi microgrid untuk wilayah kepulauan, hingga inovasi grid berbasis AI. Bentuk kerja sama dapat berupa riset bersama, proyek percontohan, maupun investasi kolaboratif yang akan mempercepat transisi menuju sistem energi yang tangguh dan berkelanjutan.
Search
About
We are Indonesia Smart Grid Initiative, dedicated to advancing Indonesia’s electricity sector by focusing on the development and implementation of smart grid technologies, renewable energy solutions, and innovative energy systems.
Our tagline is to be a trustworthy model in the effort of collaborating enhanced technology in the field of energy and IT towards Smart Indonesia.
Categories
Recent Posts
- Indonesian Delegation Presents ArGi at ISUW 2026: Energy System Solutions for Archipelagic Nations
- PJCI, MASTEL, and MKI Attend ISUW 2026 in India: Expanding Global Collaboration for Digital Energy Transformation
- Closing Remarks: Building the Future of Villages Through Collaboration.
- Friendcom Tech Indonesia Promotes Village Connectivity through Digital Communication Solutions
- Pamerindo Indonesia Strengthens the Village Innovation Ecosystem through Technology Exhibition Collaboration
Tags
Gallery









