Elektrifikasi Transjakarta: Tantangan dan Strategi Menuju 2030
IEE Series 2025 hadir di Energy Forum & Talks – Electric & Power Indonesia Stage pada 17 September 2025 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Salah satu sesi penting menghadirkan Daud Joseph, Operational and Safety Director PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) dengan tema “Challenges and Strategies in Transjakarta’s Electrification”.
Sebagai sistem bus rapid transit (BRT) terbesar di dunia, Transjakarta memainkan peran vital dalam mobilitas publik ibu kota. Pada 2024, layanan ini mencatat lebih dari 371 juta perjalanan penumpang yang tersebar di 237 rute dan 14 koridor BRT, dengan cakupan layanan menjangkau lebih dari 91% penduduk Jakarta hanya dalam radius 500 meter dari halte. Dengan mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi publik, Transjakarta berkontribusi besar dalam mengurangi emisi karbon dan meningkatkan kualitas udara.
“91,7% warga Jakarta tinggal dalam radius 500 meter dari halte Transjakarta. Dalam hal ini, Transjakarta bukan sekadar transportasi publik, tetapi juga solusi untuk mengurangi emisi karbon dengan mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.”
— Daud Joseph, Operational and Safety Director PT Transportasi Jakarta
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menetapkan target ambisius menuju transportasi perkotaan berkelanjutan: 50% armada bus nol emisi pada 2027 dan 100% pada 2030. Untuk mencapai hal ini, Transjakarta harus mengganti armada lama, menambah bus baru, serta melakukan retrofit kendaraan lama menjadi model listrik. Keberhasilan program ini menuntut adanya subsidi yang stabil, kebijakan pendukung yang kuat, serta kolaborasi lintas operator agar layanan tetap terjangkau dan luas.










