Ekonomi Global Bergerak Menuju Keberlanjutan, Akademisi ITPLN Ungkap Peran Strategis Startup Hijau
Jakarta – Ekonomi global kini tengah bergerak cepat menuju arah keberlanjutan (sustainability). Hal ini disampaikan oleh Andi Makkulau, Vice President Business & Activity Center, PJCI Lecture, ITPLN, dalam pemaparannya berjudul “The Global Economy Shifting Toward Sustainability”.
Menurut Andi, lebih dari 90% Produk Domestik Bruto (PDB) global telah berkomitmen terhadap target net-zero pada 2050, dengan investasi energi terbarukan yang mencapai US$1,8 triliun pada tahun 2023. Angka ini menunjukkan bahwa transformasi menuju ekonomi hijau bukan lagi sekadar wacana, tetapi sudah menjadi arah utama pembangunan dunia.
Posisi Strategis Indonesia dalam Ekonomi Hijau
Indonesia dinilai memiliki posisi yang sangat strategis dalam transisi energi dan pembangunan berkelanjutan. Dengan status sebagai pusat megabiodiversitas terbesar kedua di dunia serta menguasai 40% potensi energi terbarukan di kawasan ASEAN, Indonesia berpotensi menjadi motor penggerak dalam mewujudkan visi ekonomi global yang berkelanjutan.
Selain itu, Andi juga menekankan bahwa saat ini sudah ada lebih dari 2.500 startup di bidang clean energy, agritech, waste-tech, dan electric vehicle (EV) di Indonesia. Kehadiran startup hijau ini dianggap sebagai agen perubahan yang penting.
“Startup hijau bukan hanya menghadirkan inovasi teknologi, tetapi juga membuka lapangan kerja baru dan membekali generasi muda dengan keterampilan masa depan yang berkelanjutan,” ujar Andi.
Tantangan dan Peluang Startup Hijau
Meski potensinya besar, perjalanan startup hijau tidak lepas dari berbagai tantangan. Isu branding, skala bisnis (scalability), hingga regulasi masih menjadi hambatan yang perlu diatasi. Namun, menurut Andi, peluang tetap terbuka lebar melalui kerja sama global, pendanaan hijau (green financing), dan pemanfaatan digital promotion.
Ia menegaskan, kolaborasi antara pemerintah, pelaku bisnis, dan komunitas menjadi kunci untuk memperkuat ekosistem startup hijau di Indonesia. Dengan sinergi tersebut, Indonesia bukan hanya mampu berkontribusi pada pembangunan nasional, tetapi juga pada visi global menuju ekonomi berkelanjutan.
Indonesia Menuju Ekonomi Berkelanjutan
Pemaparan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa masa depan ekonomi tidak bisa dilepaskan dari isu lingkungan dan keberlanjutan. Transformasi menuju ekonomi hijau harus dijalankan secara inklusif, dengan mengoptimalkan peran startup hijau sebagai katalis perubahan.
Dengan potensi yang dimiliki, dukungan regulasi, serta keterlibatan generasi muda, Indonesia diyakini mampu menjadi pemain kunci dalam transisi energi dan pembangunan ekonomi global yang berkelanjutan.










