Indonesia Data Center Landscape 2025: Infrastruktur Tangguh, Energi Efisien, dan Keamanan Berlapis

Jakarta, 18 September 2025 — Pesatnya pertumbuhan ekonomi digital Indonesia menempatkan pusat data sebagai infrastruktur strategis yang menopang layanan cloud, e-commerce, big data, hingga kecerdasan buatan (AI). Namun, untuk dapat terus beroperasi andal, efisien, dan ramah lingkungan, pusat data membutuhkan pondasi energi hijau, infrastruktur modern, serta sistem keamanan multilapis. Hal inilah yang menjadi sorotan utama dalam sesi pertama Data Center Asia Jakarta 2025 bertema “Indonesia Data Center Landscape 2025: Infrastructure and Energy Efficiency”.

Energi Hijau sebagai Fondasi Ekonomi Digital

Menurut Praptono Adhi Sulistomo (Ditjen EBTKE Kementerian ESDM), ketahanan energi Indonesia harus berjalan seiring keberlanjutan. Indeks Ketahanan Energi 2023 tercatat 6,64 dari 10, menjadi pijakan penting untuk kebijakan energi ke depan. Melalui RUPTL 2025–2034, pemerintah menargetkan tambahan 42,6 GW pembangkit energi baru terbarukan (EBT) dan 10,3 GW penyimpanan energi, yang berpotensi mengurangi emisi 129,5 juta ton CO2 serta menciptakan 760 ribu lapangan kerja hijau.

Bagi pusat data, pasokan listrik stabil adalah keharusan. Gangguan sekecil apapun bisa menimbulkan kerugian besar, sehingga kebijakan nasional juga menekankan kapasitas cadangan daya dan penerapan manajemen energi, sesuai PP 33/2023. Efisiensi pun menjadi kunci melalui pendinginan modern, pencahayaan hemat energi, hingga PLTS atap.

Roadmap Transisi Energi untuk Pusat Data

Dr. Ir. Satya Widya Yudha, MSc., PhD., anggota Dewan Energi Nasional, menekankan bahwa tiga disrupsi besar — digitalisasi, pandemi, dan perubahan iklim — mendorong kebutuhan listrik yang semakin tinggi. Indonesia sudah berkomitmen pada target NDC 2030 dan Net Zero Emission 2060, dengan roadmap energi yang menyeimbangkan konservasi, elektrifikasi, pemanfaatan EBT, CCS/CCUS, hingga storage skala besar.

Bahkan, opsi nuklir bertahap dan konsep supergrid antar-pulau mulai dipertimbangkan untuk memperkuat distribusi energi. Bagi pusat data, implikasinya jelas: listrik harus tersedia 24/7, bersih, dan kompetitif harganya. Optimasi pendinginan, manajemen beban, serta teknologi hijau menjadi langkah wajib untuk menjaga efisiensi dan daya saing.

Keamanan Multilapis di Era Generative AI

Lonjakan adopsi Generative AI (GenAI) membuat pusat data semakin krusial, sekaligus rentan terhadap ancaman siber. Dr. Faruk Kazi dari Veermata Jijabai Technological Institute menegaskan bahwa pertahanan perimeter tradisional tidak lagi cukup. Dibutuhkan strategi multilapis:

  • Lapisan jaringan: mitigasi DDoS, segmentasi, firewall generasi baru, dan patching.
  • Lapisan aplikasi: pencegahan SQL injection, XSS, hingga API exploit dengan WAF dan uji penetrasi.
  • Rantai pasok: validasi integritas perangkat keras/perangkat lunak serta audit vendor.
  • Ancaman internal & ransomware: enkripsi data, kontrol akses berbasis peran, monitoring aktivitas pengguna, dan backup berkala.

Pendekatan adaptif ini memastikan pusat data tetap aman, efisien, dan andal meskipun ancaman siber semakin kompleks.

Lanskap Pertumbuhan Pusat Data Indonesia

Edi Sugianto, Director of Data and Infrastructure KORIKA, menegaskan bahwa kapasitas pusat data Indonesia diproyeksikan meningkat lebih dari dua kali lipat pada 2027. Namun, pertumbuhan ini juga berarti lonjakan konsumsi energi, sehingga fokus pada Power Usage Effectiveness (PUE), inovasi pendinginan (liquid cooling, direct-to-chip), serta desain modular menjadi semakin penting.

Integrasi EBT seperti surya, panas bumi, dan hidro dipadukan dengan pemanfaatan IoT dan AI untuk monitoring real-time dan predictive maintenance. Selain itu, kolaborasi lintas sektor juga semakin relevan. Konsep Four Helix of Innovation — industri, akademisi, pemerintah, serta komunitas atau asosiasi — diyakini mampu mempercepat riset, pengembangan talenta, hingga kebijakan pro-inovasi.

Menuju Pusat Data Tangguh, Hijau, dan Aman

Dari kebijakan energi hijau, roadmap dekarbonisasi, keamanan multi lapis, hingga strategi efisiensi operasional, seluruh pembicara menegaskan bahwa Indonesia berada di jalur yang tepat untuk menghadirkan pusat data kelas dunia. Infrastruktur ini akan menjadi tulang punggung ekonomi digital Indonesia yang tidak hanya tangguh dan efisien, tetapi juga ramah lingkungan dan siap bersaing di tingkat global.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Search

About

We are Indonesia Smart Grid Initiative, dedicated to advancing Indonesia’s electricity sector by focusing on the development and implementation of smart grid technologies, renewable energy solutions, and innovative energy systems.

Our tagline is to be a trustworthy model in the effort of collaborating enhanced technology in the field of energy and IT towards Smart Indonesia.

Categories

Tags

Gallery